Resume PKKMB Day 2
Perguruan Tinggi di Era Digital
Perguruan tinggi dituntut beradaptasi dengan revolusi industri dan era digital.-
Kurikulum dan metode pembelajaran harus inovatif.
-
Dosen dan mahasiswa wajib menguasai teknologi baru.
-
Perguruan tinggi perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak.
-
Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus siap dengan keterampilan digital, berpikir kritis, serta bijak memanfaatkan AI sebagai pendamping belajar, bukan pengganti belajar.
-
-
Generasi Muda dan Integritas Anti-Korupsi
Indonesia menghadapi darurat korupsi. Masalah bukan kurangnya orang pintar, tetapi kurangnya orang jujur dan berintegritas.-
Korupsi merugikan rakyat, merusak hukum, dan melemahkan bangsa.
-
Generasi muda adalah kunci perubahan karena punya energi, inovasi, pola pikir kritis, dan keberanian.
-
Integritas harus dijadikan senjata utama: jujur, konsisten, bertanggung jawab, adil, berani menolak praktik curang, dan hidup sederhana.
-
Peran generasi muda: memulai dari diri sendiri, menolak pungli/gratifikasi, menggunakan teknologi untuk transparansi, serta menjadi teladan dalam prestasi tanpa korupsi.
-
-
Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
Mahasiswa UNUSA diposisikan sebagai pewaris tradisi NU dan paham Aswaja An-Nahdliyah. -
Landasan ideologis: mengikuti Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas dengan sikap moderat, toleran, dan berorientasi sosial.
-
Peran utama:
-
Penjaga tradisi keilmuan (kitab kuning dan ke-NU-an).
-
Agen moderasi beragama (tolak radikalisme, sebar Islam rahmatan lil ‘alamin).
-
Pejuang kemaslahatan sosial (ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan).
-
Inovator tradisi (teknologi Islami, dakwah budaya, lawan hoaks digital).
-
-
Tantangan: globalisasi, radikalisme, dan disrupsi digital.
-
Mahasiswa UNUSA bukan hanya penuntut ilmu, tapi kader peradaban yang menjembatani warisan ulama dengan masa depan bangsa.

Komentar
Posting Komentar